Yayasan Flores Bumi Lestari berkembang dari Komunitas Kampus Tanpa Dinding yang biasa disingkat dengan KTD. KTD adalah sebuah komunitas berbasis pengembangan pemuda di bidang pangan dan juga lingkungan. Komunitas ini dibentuk dan didirikan atas alasan personal yang sangat kuat oleh Maria Patrisia Wata Beribe karena kurangnya wadah pengembangan kapasitas pemuda di kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Komunitas ini lahir pada 21 April 2018. Komunitas ini merupakan wadah pelaksanaan kegiatan belajar dan pengabdian masyarakat di bidang pangan lokal, krisis iklim, pertanian regeneratif berkelanjutan, dan kepemimpinan perempuan & pemuda di wilayah kabupaten Ende. Pada tahun 2023, komunitas ini bertransformasi membentuk organisasi legal berbentuk yayasan bernama Flores Bumi Lestari dikukuhkan dengan keputusan Kemenkumham Nomor 3 Tanggal 16 Agustus 2023.
Yayasan Flores Bumi Lestari merupakan wadah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengabdian masyarakat yang meliputi :
Pengkajian dan pengembangan pangan lokal
Edukasi krisis iklim dan pertanian regeneratif
Pelatihan kepemimpinan bagi perempuan dan orang muda
Peningkatan kapasitas wirausaha lestari bagi perempuan dan orang muda
Visi Kami
Mengembangkan orang muda dan perempuan yang berdaya bagi bumi untuk kehidupan masa depan
Misi
Memfasilitasi orang muda dan perempuan menjadi pemimpin di komunitasnya untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan
Melestarikan lingkungan dan penyelamatan keanekaragaman hayati
Meningkatkan kapasitas Perempuan dan orang muda dalam berkontribusi dan bertanggung jawab untuk pangan masa depan, serta pengembangan wirausaha berkelanjutan berbasis potensi lokal